Saturday, February 9, 2019

Investasi, bisa



Zaman ekonomi digital sekarang ini, kita harus memikirkan cara untuk mengelola keuangan kita. Disimpan di bank dana keuangan kita pun akan berbunga dan pihak bank yang akan meneruskan dana yang dihimpun dari masyarakat, kemudian ketika kita membutuhkan dana tersebut kita bisa mengambil kembali. Tapi kita harus melihat di luar sana ada para UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang membutuhkan dana untuk menaikkan taraf hidup masyarakat kecil di daerahnya. Investasi ke UMKM kenapa tidak? Dengan kita berinvestasi kita dapat berbagi dengan sesama kita yang akan memajukan perekonomian bangsa, Indonesia. Dengan UMKM bergerak naik juga akan mengurangi dampak kemiskinan yang terjadi.  

Modal Rakyat merupakan salah satu industri fintech lokal yang menyajikan layanan Peer-to-Peer Lending bagi pelaku UMKM. Bisa dikatakan Modal Rakyat merupakan market place yang mempertemukan Pihak Pendana dengan Pihak Peminjam (UMKM). Resmi melakukan soft launching pada Juli 2018 yang lalu. Merupakan startup yang didirikan oleh Stainslaus Tandelilin, Hendoko Kwik, Christian Hanggra dan Wafa Taftazani. Terdaftar di OJK dengan nomor S-386/NB.213/2018. Dan adanya sertifikasi ISO 27001:2003 dengan nomor IS 701691.


Cara mudah untuk berinvestasi bisa melalui Modal Rakyat. Dimana kita dapat meraih keuntungan hingga *18% p.a. dengan mendanai UMKM pilihan. Investasi yang aman dengan perlindungan berlapis bagi pendana. Tak lupa bahwa Modal Rakyat telah legal secara operasional karena terdaftar secara resmi dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kemudian pinjaman juga memiliki agunan dan langsung bermitra dengan notaris rekanan. Investasi berdampingan dengan teknologi finansial asuransi. Investasi ini terpantau oleh konsultan manajemen hutang yang tersertifikasi. Modal Rakyat tersedia untuk Pendanaan dan Peminjaman. Jadi kita tinggal pilih yang perlu karena hanya bisa memilih satu, sebagai Pendana atau Peminjam.

Sebagai Pendana, Pertama sekali kita harus mengisi data pendana dimulai dari nama, alamat e-mail, nomer handphone, Nama ibu kandung, tanggal lahir, pendidikan terakhir, tempat lahir, pekerjaan, jenis kelamin, sumber dana, gaji, agama, produk keuangan lain, domisili pendana, nomer KTP, nomer NPWP juga foto KTP, foto NPWP dan foto KTP berserta diri untuk verifikasi data.  Waktu untuk verifikasi data biasanya 1x24 jam dan dicocokkan dengan data kependudukan. Jika masih ada yang belum sama, maka akun belum dapat diverifikasi dan memerlukan revisi terlebih dahulu.


Pada kolom Deposit Dana dapat dilihat disini yaitu dana yang tersedia, dana teralokasi, profit yang diterima, dan nilai akun. Kita dapat melihat ringkasan pinjaman mulai dana yang terkumpul dari total pinjaman, tenor waktu, bunga, skor perusahaan, agunan, pengembalian pokok dan bunga pinjaman yang akan kita investasikan di Peluang Pendanaan. Nilai investasi kita yang sedang dalam proses dan yang sudah lunas dapat dilihat di Portofolio berupa tanggal pendanaan, nominal pendanaan, tenor, proyeksi profit, dan status pendanaan.

Investasi ini bisa dimulai dengan nilai Rp. 25.000,- cukup murah, dengan tingkat pengembalian 15-18 persen per tahun, jangka waktu tenor 1-4 bulan dan tenor akan berjalan setelah penggalangan dana berhasil serta dicairkan ke peminjam. Kelayakan peminjam dilakukan dengan cara pengumpulan data UMKM dan survei ke lokasi usaha.
Kita bisa memilih penerima pinjaman dengan mengecek detail perusahaan. Tinggal klik Beri Pendanaan dan Nilai Deposit yang tersedia akan berkurang dan masuk ke Dana teralokasi.


Sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit.
Mudahnya untuk memulai berinvestasi, mari kita coba.

Yuk investasi di Modal Rakyat dengan kode WILY4503


#2019GantiNasib







Friday, February 8, 2019

Imlek dihati, dulu dan kini



Barongsai dan Lampion (Sumber: Grebeg Sudiro, Tribunnews.com)

Imlek, yang merupakan tahun baru orang China (di Indonesia disebut Tionghoa). Dimulai pada hari pertama bulan pertama Zheng Yue (perayaan musim semi) dan berakhir pada hari kelima belas Cap Go Meh (malam bulan purnama). Perayaan ini merupakan kebiasaan turun temurun kebudayaan orang kita Tionghoa.

Menurut legenda di suatu desa, pada musim semi Nian keluar untuk mengganggu manusia. Penduduk desa menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela serta pintu, menggunakan kembang api yang berguna untuk menakuti Nian yaitu raksasa pemakan manusia. Adat pengusiran Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru. Dan sejak itu Nian tidak pernah kembali ke desa.

 
Kue Keranjang dan Amplop Merah (dok. pri.)

Sejak tahun 1968 sampai dengan 1999, tahun baru Imlek di Indonesia tidak boleh dirayakan secara umum. Pada tahun 2000 barulah bisa dirayakan secara bebas sampai dengan hari ini oleh Presiden Bapak Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tahun 2003 oleh Presiden Ibu Megawati Soekarnoputri dengan menjadikan Imlek sebagai hari libur resmi.

Sebelum hari ketiga puluh biasanya dilakukan bersih-bersih rumah dan memasang lampion. Acara besar biasanya dilakukan di malam ketiga puluh (Sa Cap Me). Disini tempat berkumpulnya sanak keluarga dengan makan bersama. Kemudian dimeriahkan kembang api untuk melewati malam pergantian tahun dan juga pertunjukan Barongsai (tarian tradisional China dengan kostum menyerupai singa).

 
Jeruk, buah dan minuman (dok. pri.)

Hari pertama Imlek (Che It) biasanya keluarga berkumpul dengan memakai pakaian merah. Terjadilah pembicaraan di sanak saudara yang jauh dan pulang kampung demi Tahun Baru China. Biasanya harga tiket melonjak drastis, tapi tetap harus pulang ke rumah. Tradisi memberi angpao pun dilakukan. Tersedianya kue bakul, kue kering, manisan, jeruk dan buah lain-nya pun dapat dinikmati.

Angpao (amplop merah) biasanya berisikan sejumlah uang, diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada orang tua, anak dan sanak saudara yang belum menikah. Ini melambangkan kegembiraan, warna merah melambangkan keberuntungan serta mengusir energi negatif. Jangan dinilai dari isinya, tapi sukacita yang memberi dan menerima.

 
Kue kering (dok. pri.)

Kue bakul atau kue keranjang yaitu kue yang terbuat dari beras ketan dan gula, kenyal dan lengket mirip dodol. Merupakan salah satu makanan khas dan bentuknya bulat agar keluarga rukun dan selalu beruntung dalam pekerjaan kedepannya.

Dirumah perayaan dilakukan secara sederhana, asalkan semua rukun dan damai sukacita. Ada juga acara bagi-bagi angpao dan tutur kata dari keluarga, serta menikmati makan besar dan makanan khas selama tahun baru Imlek.

Akhir kata saya mengucapkan,

Gong Xi Fa Cai,
Xin Nian Kuai Le,
Wan Shi Ru Yi

Selamat Tahun Baru,
Semoga semua harapan tercapai.
Salam,

Wily


Republish: https://www.kompasiana.com/wily_wijaya/5c5aa1adab12ae704f20307c/imlek-komed-imlek-di-hati-dulu-dan-kini

Thursday, December 20, 2018

Taman Lingkungan Hidup Cengkeh Turi, Binjai



Kampungku bersih. Kampungku sehat.
Kampung Berseri Astra yang Tertib Lalu Lintas dan Ramah Anak di Cengkeh Turi, Binjai Sumatera Utara, demikian slogan dari tempat ini. 

Grup Astra Medan dalam rangka merealisasikan program di Kampung Berseri Astra yang meliputi 4 pilar yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan dan UMKM pada hari Sabtu, tanggal 10 November 2018 yang lalu di lapangan Cengkeh Turi. Acara dimulai pada pukul 07.00 WIB dan melaksanakan kegiatan senam jantung sehat bersama warga, Campaign PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), pelatihan Hydroponik, dan IAABL (Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas).


Bersama dengan teman-teman media massa dan blogger di Sumatera Utara dalam rangka mengangkat berita seputar kampung berseri Astra di kelurahan Cengkeh Turi di kecamatan Binjai Utara dalam rangka Road Show Festival Foto KBA dan Pewarta Astra tahun 2018.
Untuk para peserta disediakan teh, kue dan bubur kacang hijau.

Antusias dan ramainya kegiatan yang ditunjukkan warga Cengkeh Turi dalam menghadiri acara yang dilakukan bersama Grup Astra. Tak lupa ada pertunjukan Marching Band dari anak-anak sekolah Cengkeh Turi. Disamping itu juga ada pelatihan hidroponik.


Menuju pilar UMKM terdapat banyak bahan kerajinan akrilik oleh ibu Siti Nurbaya dan menjangkau ekspor ke Dubai. Diberi nama Rumah Kreatif Christin Collection, Mitra Binaan Grup Astra Medan beralamat di Perum BTN Cengkeh Turi yang mengerjakan barang kerajinan tangan. 


Dilanjutkan pilar Lingkungan berupa tanaman hidroponik diantaranya yaitu daun Betadin, merica, lengkuas, kumis kucing, daun suji, daun piru, daun ambien, bangle, kencur, asam rusa, dan lain-lain.


Pilar Kesehatan Kemuning VI, Kec. Binjai Utara juga tersedia disini. Dilakukan pengobatan gratis untuk masyarakat Cengkeh Turi. Diakhiri pilar Pendidikan dengan slogan gerakan Indonesia cerdas, ayo membaca melalui Gerobak Buku Astra Kampung Berseri Astra Binjai Utara. 


Menuju SD Negeri 028067 Kec. Binjai Utara, Kota Binjai. Jl. Sabit Kel. Cengkeh Turi. Disini dimulai dengan kebersihan memilah sampah B3, kertas, non organik, organik dan residu yang merupakan gerakan DLH Binjai Adiwiyata Tahun 2018. Ada juga green house dan bank sampah di sekolah ini.


#LFAAPAMEDAN

Wednesday, October 24, 2018

Tempat Wisata di Semarang



Kita bisa menggunakan kereta api jika bergerak dari ibukota Jakarta, dengan harga tiket yang masih bisa dijangkau. Tiket Jakarta Semarang PP ini bisa didapatkan paling murah 250ribu perorang. Berawal dari Stasiun Gambir, Jakarta dan berakhir di Stasiun Poncol, Semarang.
Banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di Semarang, diantaranya:
1. Taman Sri Gunting, Kota Lama
Bertempat di jalan Letjen Suprapto, Semarang. Merupakan taman untuk kegiatan berkumpul sambil duduk santai di kursi dan terdapat beberapa sepeda antik. Pada zaman Belanda digunakan untuk panggung parade.
2. Simpang Lima
Simpang lima adalah pertemuan lima jalan yaitu jalan Pahlawan, jalanPandanaran, jalan Ahmad Yani, jalan Gajah Mada dan jalan A. Dahlan. Tempat ini juga dijadikan lapangan atau alun-alun kota Semarang.
3. Vihara Sam Po Kong
Klenteng yang dikenal dimancanegara. Merupakan tempat persinggahan dari Laksamana Tiongkok Cheng Ho, yang disebut juga Gedung Batu. Bertempat di jalan Simongan, Semarang. Diadakan disini perayaan Imlek, hari kelahiran Cheng Ho disertai dengan arak-arakan, bazar dan  Barongsai.
4. Gua Kreo
Disini banyak monyet yang berkeliaran. Bertempat di Gunung Pati, Semarang dimana dahulu kala Sunan Kalijaga untuk mendirikan Masjid Agung Demak mencari kayu di sini. Banyak pohon besar dan rindang dengan mengalir sungai menjadikan kawasan yang sejuk.
5. Vihara Gunung Pati
Terletak jalan Kol. R. Warsito Soegiarto, Gunung Pati. Kita bisa mengunjungi vihara ini untuk sembahyang dan adanya altar Dhammasala. Sebelum sampai ke gua Kreo, kita bisa singgah disini.
6. Grand Maerakaca
Lokasi terletak jalan Anjasmoro - Tawangsari, Semarang. Grand Maerokaca terdapat taman mini berupa miniatur Jawa Tengah dan anjungan rumah khas dari 35 (tiga puluh lima) Kabupaten atau Kota.
7. Lawang Sewu
Dulu digunakan sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda. Lawang Sewu mempunyai arti seribu pintu. Bangunannya mempunyai banyak pintu dan jendela. Lawang Sewu mempunyai ruang bawah tanah yang pada dahulu digunakan sebagai penjara. Beralamat di Komplek Tugu Muda, jalan Pemuda, Semarang.
8. Simpang Tugu Muda
Tugu Muda merupakan monumen yang berbentuk seperti lilin yang melambangkan semangat para pejuang yang tidak pernah padam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berbentuk segi lima yang  terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu landasan, badan dan kepala. Di bagian kaki dari tugu yang terbuat dari batu ada relief dengan 5 (lima) buah sangga pilar yaitu relief Hongerodeem, relief Pertempuran, relief Penyerangan, relief Korban, dan relief Kemenangan. Terletak di sebrang Lawang Sewu.
9. Tempat Ibadah Tridharma Budi Luhur Sakti
Berada di jalan lingkar Tanjung Mas, Semarang. Bisa sembahyang disini dan setiap tahun baru Imlek diadakan ritual Poo Un atau menolak bala agar kehidupannya menjadi lebih baik. Ritual Poo Un atau tolak bala ini dilakukan dengan membakar replika kapal naga sepanjang 10 meter dengan lebar 2 meter di halaman depan klenteng.
10. Rumah Makan Vegetarian Karuna
Jangan lupa makan vegetarian di rumah makan Karuna Jalan Depok, Semarang. Jam buka dari pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Untuk makan all u can eat, ada beberapa kali dalam hari tertentu dengan harga terjangkau.
11. Wingko Babat Semarang
Oleh-oleh khas Wingko Babat Semarang, panganan yang terbuat dari Tepung Ketan, Kelapa, Tepung Kanji, Gula Pasir, Santan Kental, Margarin, Daun Pandan menarik untuk dibawa pulang.


Yuk singgah ke Semarang. Ngga bakal nyesal deh.

Ini ceritaku, mana ceritamu.




Publish on:
https://www.kompasiana.com/wily_wijaya/5ab3777ddd0fa84bd646ee12/kapan-aja-bisa-dengan-airy


Kuliner seputaran kegiatan ICD, Jogja




            Ini nih perjalanan kegiatan Kompasiana Penggila Kuliner di ICD Jogja, 13 Mei 2017. Berawal dari Plaza Ngasem, di dekat sini ada warung soto loh. Kemudian di lanjutkan di Angkringan Monjali, yah mie dan bandrek kegemaran para Kompasianer yang ngumpul dua hari berturut-turut di sini. Disusul gudeg ya menu makan pagi selama dua hari, hehe.. jangan bosan ya.
            Dilanjutkan ke booth ICD yang laris manis itu menu tradisional dalam bentuk kue-kue basah dan kering. Tak lupa kopi purwoceng juga menjadi idola di booth ini, jozz. Kemudian ada juga jamu, mbok jamu-jamu. Ada jamu paitan, sirih, beras kencur, kunyit asam juga temulawak. Jamu ini sempat menjadi eksis di warga KPK dan sekitarnya yang ingin mencoba. Ada juga bule-bule nih nyobain jamu. Ternyata semua pada ingin foto sama si bule-bule, weleh-weleh. Taklupa yang menjadi sasaran empuk si pemilik jamu, mas Nurul, mas Wisnu, mas Wahyu, bapak Rahab dan kawan-kawan menjadi korban. Disuruh minum jamu paitan alias brotowali segelas kecil. Wakakak.. asli bener pait. Belum lagi mas Rizky yang diajak minum jamu, rupanya seru sendiri, selfie sebelum minum.
            Tak pula perlombaan makan entik, ya rupanya ubi dan pisang rebus disuruh habiskan berlima. Alhasil semuanya menang dan dapat hadiah. Semuanya senang ada kopi didalamnya. Tak lupa menu ayam Jawa mengakhiri makan malam di ICD. Jangan lupa juga membeli bakpia sebagai oleh-oleh tangan.
Sekian dan terima kasih.
Sampai ketemu di kuliner selanjutnya.




Published on:
http://www.kompasiana.com/wily_wijaya/kuliner-yang-ada-di-seputaran-icd-jogja_5929728cb292734e6e3ba37b




Indonesia Community Day, 2017



 Kilas balik yuk..


Indonesia Community Day (ICD) diselenggarakan pertama kalinya di tahun 2017 oleh Kompasiana sebagai ajang apresiasi dan ekspresi untuk seluruh komunitas yang ada di Indonesia. Mengangkat tema “Inspiraksi”, ICD 2017 mengajak seluruh penggiat komunitas di Kompasiana dan Indonesia untuk berbagi inspirasi dan aksi dengan menciptakan dan menyebarkan konten serta aksi positif. ICD 2017 diharapkan bisa menjadi wadah bagi komunitas se-Indonesia untuk bisa saling mengenal, tatap muka dan berbagi inspirasi serta cerita dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan.
            Bergerak dari satu kota ke kota lainnya, akhirnya tibalah di bumi Jogjakarta. Langsung menuju ke Plasa Ngasem tanggal 12 Mei 2017 sekedar hanya melihat-lihat dan kemudian ke Meriba Homestay, tempat nginap para Kompasianer yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Posisi Kompasianer yang datang dengan menggunakan Bus Pariwisata tiba 13 Mei 2017 dini hari. Disini mendapat mendapat teman-teman baru yang sama-sama hobinya menulis atau ngeblog. Di mulai dari Mbak Ya Yat, Mas Rahab, Mas Wahyu, Pak Iskandar, Bu Marla, Zulfikar, dan masih banyak lagi Kompasianer yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Pastinya repot mengumpulkan dan mengurus semua anggota ini. Hehe. Setelah beristirahat sejenak bergerak jam 09.00 WIB pagi menuju Plasa Ngasem untuk mengikuti ICD. Hore.
Bertempat di Plasa Pasar Ngasem, jalan Polowijan No. 11, Patehan, Kraton, Yogyakarta.  Kegiatan ICD ini dimulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. Dimana 1.000 (seribu)  pendaftar online berhak mendapatkan merchandise buff eksklusif ICD 2017. Rencananya, kegiatan ini akan diadalan setiap tahun. Acara ini terselenggara oleh Kompasiana dan Tribun Jogja.
Kata sambutan dari CEO Kompasiana Bapak Andi Gunawan dimana acara ICD ini merupakan salah satu acara Kompasiana yang berlangsung tahun ini disamping Kompasianival. Dilanjutkan oleh Bapak Ir. Roni Trimanto yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY. Dikatakan kita bisa belajar banyak hal dengan berkomunitas, dalam berkomunitas banyak ilmu yang bisa diambil.
Dalam ICD 2017 ini ada 27 (dua puluh tujuh) Komunitas menginspirasi yang turut serta yaitu GARDU ACTION JOGJA “Komunitas yang fokus pada pengelolaan bank sampah yang diolah sedemikian rupa kemudian dijadikan inspirasi dan penciptaan tempat sebagai destinasi wisata baru bagi masyarakat”, JARINGAN INFORMASI LINGKAR MERAPI (JALIN MERAPI) “Komunitas yang berbagi tentang pengelolaan informasi merapi dengan mendayagunakan berbagai media komunitas”, PAPERMOON PUPPET THEATRE “Teater boneka kontemporer di Indonesia yang melakukan eksperimen seni dengan menggunakan teater boneka sebagai medianya” PAGUYUBAN FILMMAKER JOGJA “Komunitas yang mewadahi silaturahmi dan komunikasi para pembuat film di Yogyakarta yang kreatif dan produktif, baik melalui karya maupun dalam berkarya”, KETJILBERGERAK “Komunitas dan wadah kreasi artisan atau seniman muda Jogja yang fokus pada perluasan isu kebhinekaan, pendidikan, perdamaian dan ruang publik dengan metode seni yang dilakukan secara kolaboratif ataupun independen”, JAZZ MBEN SENEN “Komunitas tempat berkumpulnya para musisi, pecinta serta penikmat musik jazz di Bentara Budaya Jogja setiap hari Senin malam” INSTITUT MUSIK JALANAN (IMJ) “Wadah bermusik bagi musisi jalanan di Kota Depok”, IMJ melakukan pembinaan kepada para musisi jalanan sehingga bisa berkarya selayaknya musisi profesional”, K-JOGJA “Komunitas Kompasianer (penulis/blogger Kompasiana) yang berasal dari kota Yogyakarta”, MASYARAKAT DIGITAL JOGJA (MASDJO) “Komunitas pegiat dunia digital (buzzer, kreator konten, dan blogger) yang peduli dan fokus pada kondisi sosial di Jogja, serta mengangkat informasi tentang Jogja”, KOMUNITAS JENDELA JOGJA “Komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan alternatif, terutama terkait minat baca anak”, FIKSIANA COMMUNITY + KUTUBUKU;  FIKSIANA COMMUNITY: “Komunitas penulis dan pecinta fiksi di Kompasiana” dan KUTUBUKU “Komunitas Tulis Ulas Buku, komunitas yang bergerak untuk memajukan literasi di Indonesia”. MEDICAL SOCIAL COMMUNITY “ Komunitas yang bergerak dalam bidang medical (medis) dan social (sosial) yang mencakup bidang rescue (swadaya bencana) dan study (pendidikan), sekaligus menjadi wadah bagi relawan yang sadar dan peduli terhadap sesama”, SIOUX ULAR INDONESIA “Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli dengan konservasi ular di Indonesia, serta memberikan edukasi tentang cara penanganan ular kepada masyarakat”, KPK, KOPROL, LADIESIANA; Kompasianer Pecinta Kuliner (KPK) “Komunitas penulis Kompasiana yang suka berwisata kuliner”, LADIESIANA: “Komunitas yang peduli dengan isu dan tema yang terkait dengan perempuan, anak dan minat keperempuanan lainnya”, KOPROL “Tempat berbagi cerita tentang olahraga di Kompasiana”, KOPLAK YO BAND “Komunitas Kompasianer dan blogger yang mengakrabkan diri dengan ngobrol humor dan koplakan”, BOLANG “Komunitas Kompasianer (penulis/blogger Kompasiana) yang berasal dari kota Malang, Jawa Timur”, KOMUNITAS KAMPOENG HOMPIMPA “Komunitas sosial budaya dan pendidikan yang menggunakan media permainan tradisional untuk melestarikan kearifan lokal”, KOMUNITAS LUBANG JARUM “Komunitas fotografi alternatif yang beraktivitas dengan mengandalkan kamera lubang jarum (pin hole) yang terbuat dari kaleng”, RTC & KOMPAL; RTC (Rumpies The Club) “Komunitas tempat berbagi menulis fiksi bersama sahabat lewat slogan Rumah Pena Sahabat”, KOMPAL “Komunitas Kompasianer (penulis/blogger Kompasiana) yang berasal dari kota Palembang”, FORUM KOMUNIKASI DAERAH KOMPAS GRAMEDIA DIY “Komunitas tempat berkumpulnya unit-unit bisnis dari Kompas Gramedia Grup di kota Jogja dan Solo”, SANGGAR SENI RNB “Kelompok seni yang fokus terhadap pembelajaran, pengembangan dan penciptaan berbagai macam bidang kesenian”, SAUNG MIMPI “Komunitas pendidikan yang memperkenalkan berbagai macam profesi ke anak-anak dengan metode kreatif”,  NADA BICARA “Lewat NADA, kami BICARA Keberagaman, Kesetaraan, dan Keberpihakan pada Perempuan dan Anak” dan KOMUNITAS ROEMAH TOEA “Komunitas yang bergerak dalam bidang konservasi dan observasi bangunan bersejarah” dimana masing-masing komunitas terpisah dalam booth, dan mereka akan unjuk gigi disini.
Di akhir acara pengumuman Award bagi aktivitas booth yang paling menarik diberikan kepada Komunitas Hompimpa dan berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp. 1,5 juta. Best Kompasiana Community diperoleh blogger Kompasiana Malang (BOLANG) berhak mendapatkan hadiah senilai Rp. 5 juta. Best Community Movement diperoleh Ketjil Bergerak dan berhak mendapatkan Rp. 5 juta.
Kembali ke penginapan setelah acara berakhir karena 14 Mei 2017 jam 14.00 harus kembali mengikuti rute Jogjakarta - Jakarta setelah sebelumnya jalan-jalan di beberapa tempat di Jogjakarta.

Sampai ketemu di acara Kompasiana selanjutnya.
Salam Inspiraksi.


Publish on:
http://www.kompasiana.com/wily_wijaya/indonesia-community-day-jogjakarta-13-mei-2017_592878108e7e61357cab6ee8




Kuliner yang ada di seputaran ICD Malang




Sekian hari setelah ICD Malang baru cerita bisa dituliskan.  Tanggal 03 Agustus 2018, sepur bergerak dari Jakarta menuju Malang untuk mengikuti Indonesia Community Day 2018. Hore.. Tiba di Stasiun Malang jalan Trunojoyo No. 10 Klojen tanggal 04 Agustus 2018 pukul 10.08 WIB.

Pertama sekali setelah sampai di kota Malang, kami makan di Bakso President beralamat di jalan Batanghari No. 5 Klojen. Terletak di tepi rel kereta api dengan sensasi makan bakso bergetar. Bakso ini ramai didatangi pengunjung. Menyediakan bakso biasa, bakso urat, bakso telur, bakso bakar, bakso goreng, bakso udang ditambah dengan pangsit. Boleh minum teh botol, air putih atau kunyit asam. Rasanya mengguncang selera.

Menyempatkan diri untuk makan kue sekedarnya dan ngeteh di hotel Alimar, jalan Pasar Besar No. 58 Klojen. Sementara yang lain berangkat ke Batu dan istirahat di home stay. Kue pastelnya enak loh. 

Kalau yang ini oleh-oleh yang dibawa teman-teman dari Jakarta, Bandung, Madiun dan dari Malang juga. Ada dodol, kacang, ue balok, rengginang dan lain-lain. Untuk dimakan ramai-ramai enak ini, apalagi ada yang sampai kehabisan kue Balok asal Bandung. Hihi.. maaf ya.

Sepakat untuk menginap selama dua hari di home stay jalan Saxophone. Disini ada layanan Warung Puss, tinggal telpon datang deh makanannya. Murah meriah, tapi rasa tidak kalah loh. Ringan di kantong. Mulai dari nasi pecel, nasi tahu tempe dan lain-lain. Hati-hati pedas. 

Pagi-pagi tanggal 05 Agustus 2018 berangkat pagi mau lihat Zumba. Isi perut dulu ya di depan Taman Krida Budaya, jalan Soekarno Hatta No. 7 Lowokwaru. Mulai dari lontong sayur, nasi pecel, nasi campur dan nasi kuning. Dijamin pas dikantong dan di lidah. 

Lanjut makan siang di Ayam Bawang Cakper, jalan Soekarno Hatta No. 7 Lowokwaru. Hematnya disini disesuaikan harga anak kampus alias mahasiswa. Tidak mahal tapi kualitas tetap di jaga. Buka 24 jam, dan sudah mempunyai banyak cabang. Bisa pilih menu ayam atau ikan, teh manis atau jeruk tinggal ambil di lemari es. Ada sambal dan kerupuk juga. Jangan lupa bayar di kasir. Ayamnya nikmat, menggoda selera. Bisa duduk di kursi atau lesehan, tempatnya luas juga ada area parkirnya. Puas deh.  

Lari sejenak ke Waroeng Madhang Asap, Spesial Roemah Asap Malang jalan Perusahaan No. 23 Singosari. Buka dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Dimulai dari bebek asap, belut asap, ayam asap dan lain-lain yang diberi bumbu racikan dan diungkep selama 24 jam baru dilakukan pengasapan hingga 16 jam. Sambal yang pedas. Sungguh menu baru yang enak di lidah. Boleh dicoba. 

Kembali ke acara ICD, di booth Bolang ada kopi, gratis kopi Malang. Rasanya enak. 

Tak lupa nasi Bakar bunda Lilik dan pie hadir disini. Silahkan dibawa dan dirasa. Pie-nya enak dan renyah. Terima kasih mak, kapan-kapan kami kembali. Sedangkan nasi Bakar 4 bungkus tak tercicipi (diserahkan ke Tamita, Syifa, Pak Thamrin dan Pak Isson tolong komen ya, hehe, terima kasih). 

Lanjut kumpul-kumpul anggota Bolang dan kepala suku minum kopi dan cicip nasi bakar atau sekedar bercengkrama. Kalau kami nimbrung untuk foto saja. Terima kasih. 

Tak luput disini ada bagi-bagi es krim gratis dari Campina. Syaratnya mudah hanya follow Instagram Campina dan foto deh di IG kita. Terima kasih, Campina. Terik-terik begini jadi adem makan es krim. 

Sebelum kembali ke Jakarta menyempatkan diri untuk makan Soto Babat dan Jeruk hangat dari Warung Soto Daging Babat Kloneeeng Pak Tepong, belakang Taman Balai Kota Malang. Harga cukup pas dikantong dan makanan yang disajikan pun lezat. 

Kue dadar dan kue cucur yang di beli Mas Malik (komen donk belinya dimana?) dibawa kepada kami menjelang naik ke kereta api Malang Jakarta. Jadi menu makan di sepur ini. Terima kasih ya Mas Malin. Kuenya enak. 

Nah cukup sekian saja dari Malang, sampai ketemu di ICD selanjutnya. 
Semangat. 


Published on:
https://www.kompasiana.com/wily_wijaya/5b7b3ae812ae942d18516b13/kuliner-yang-ada-di-seputaran-icd-malang